Featured Post Today
print this page
Latest Post

TIPS BISNIS ALA RASULULLAH


Shalawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad Salallahu Alaihi wasallam.
Selain politisi, Muhammad Rasulullah SAW, adalah seorang saudagar ternama. Sejak usia muda, beliau dipandang sebagai sudagar sukses. Hal tersebut tidak lepas dari aktivitas marketing yang diterapkannya yang tak cuma ampuh tapi juga sesuai syariah dan tentu saja penuh ridlo dari Allah. Jika agan tertarik menerapkannya, selain mendapat keuntungan, insyaallah bisnis agan pun akan barokah. amin

Visi beliau dalam berdagang hanya satu, yaitu:
Bahwa transaksi bisnis sama sekali tidak ditujukan untuk memupuk kekayaan pribadi, namun justru untuk membangun kehormatan dan kemuliaan bisnis dengan etika yg tinggi. Adapun hasil yang didapat harus didistribusikan ke sebanyak mungkin untuk kemaslahatan umat.
Ada empat tips marketing ala Nabi:
1. Jujur adalah Brand
Saat berdagang Nabi Muhammad SAW muda dikenal dengan julukan Al Amin (yang terpercaya). Sikap ini tercermin saat dia berhubungan dengan customer maupun pemasoknya.
Nabi Muhammad SAW mengambil stok barang dari Khadijah, konglomerat kaya yang akhirnya menjadi istrinya. Dia sangat jujur terhadap Khadijah. Dia pun jujur kepada pelanggan. Saat memasarkan barangnya dia menjelaskan semua keunggulan dan kelemahan barang yang dijualnya. Bagi Rasulullah kejujuran adalah brand-nya.
2. Mencintai Customer
Dalam berdagang Rasulullah sangat mencintai customer seperti dia mencintai dirinya sendiri. Itu sebabnya dia melayani pelanggan dengan sepenuh hati. Bahkan, dia tak rela pelanggan tertipu saat membeli.
Sikap ini mengingatkan pada hadits yang beliau sampaikan, Belum beriman seseorang sehingga dia mencintai saudaramu seperti mencintai dirimu sendiri.
3. Penuhi Janji
Nabi sejak dulu selalu berusaha memenuhi janji-janjinya. Firman Allah, Wahai orang-orang yang beriman penuhi janjimu. (QS Al Maidah 3).
Dalam dunia pemasaran, ini berarti Rasulullah selalu memberikan value produknya seperti yang diiklankan atau dijanjikan. Dan untuk itu butuh upaya yang tidak kecil. Pernah suatu ketika Rasulullah marah saat ada pedagang mengurangi timbangan. Inilah kiat Nabi menjamin customer satisfaction (kepuasan pelanggan).
4. Segmentasi ala Nabi
Nabi pernah marah saat melihat pedagang menyembunyikan jagung basah di sela-sela jagung kering. Hal itu dengan Nabi, saat menjual barang dia selalu menunjukkan bahwa barang ini bagus karena ini, dan barang ini kurang bagus, tapi harganya murah.
Pelajaran dari kisah itu adalah bahwa Nabi selalu mengajarkan agar kita memberikan good value untuk barang yang dijual. Sekaligus Rasulullah mengajarkan segmentasi: Barang bagus dijual dengan harga bagus dan barang dengan kualitas lebih rendah dijual dengan harga yang lebih rendah.
Prinsip di atas menjiwai cara bisnis beliau. Berikut adalah teladan beliau sebagai seorang pedagang/penjual:
1. Tidak boleh berbohong dan menipu pembeli.
2. Carilah keuntungan yang wajar. Jika pembeli bertanya, sebutkan harga modalnya
3. Kepada para pelanggan yang tidak mampu membayar kontan (tunai), berikanlah waktu untuk melunasinya. Bila dia betul-betul tidak mampu membayar setelah masa tenggat pengunduran itu, padahal dia telah berusaha, maka ikhlaskanlah
4. Hindari sumpah yang berlebihan, apalagi sumpah palsu untuk mengelabui konsumen
5. Lakukan transaksi jika telah ada kata sepakat antara penjual dan pembeli
6. Lakukan penimbangan dan penakaran dengan benar dan setepat mungkin
7. Camkan pada pembeli bahwa yang membayar di muka bahwa ia tidak boleh menjualnya sebelum barang tersebut benar-benar menjadi miliknya (terbayar lunas terlebih dahulu)
8. Jangan melakukan transaksi monopoli dalam perdagangan, berikan kesempatan yang lain untuk berdagang juga.
Semoga kita semua bisa meneladani beliau. Amin
Tambahan Renungan:
Kala itu.. Sahabat sempat mengeluh kepada Nabi tentang keuntungan perdagangan mereka di Madinah. Kira2 dialognya seperti ini gan :
Sahabat : Ya Rasulullah, keuntungan yang kami dapat kalah dari keuntungan yang didapat pedagang Yahudi. Mereka mengurangi takaran pada barang dagangan mereka.
Nabi : Lalu, bagaimana cara kalian berdagang?
Sahabat : Kami tidak membohongi pembeli. Kami menjual dengan takaran yang pas, tidak dikurangi sedikitpun.
Nabi : Kalau begitu, cara berdagang kamu kurang bagus. Lebihkan takarannya.
Dan, tak sampai 2 tahun kemudian, Pedagang2 muslim sudah menguasai pasar Madinah..
Luar biasa bukan? Metode yang dianjurkan Nabi pada saat itu sebenarnya merupakan cara marketing yang kini sedang digembor2kan oleh para marketer modern, yaitu cara memberikan pelayanan melebihi ekspektasi pasar. Dengan cara ini, ada 2 efek positif, yaitu:
1. Timbul kepercayaan yang tinggi pada konsumen.
2. Konsumen yang merasa puas, memberikan publikasi dari mulut ke mulut. tak perlu diragukan lagi, iklan dari mulut ke mulut merupakan iklan yang paling efektif, karena yang menyampaikannya adalah orang yang anda kenal, dan orang orang tersebut memiliki pengalaman terhadap produknya.
Tak hanya 2 efek itu saja gan. Ada lagi efek yang lebih penting, yaitu mendapatkan barokah dari Allah Swt. Amin ya Robbal Alamin
0 komentar

PEBISNIS HARUS TAU : SEDEKAH ITU B-O-H-O-N-G !!



(B): Benar-benar dibalas Tuhan

Tentunya anda tahu dan paham dengan konsep matematika Tuhan yang mengatakan bahwa 10-1= 19, sebab matematika ini berlandaskan pada konsep pembalasan yang diberikan Tuhan dari sedekah adalah 10 kali lipat. Anda tahu? Tuhan adalah satu-satunya di Semesta ini yang Maha Segala Maha, termasuk Maha menepati janji, maka anda tidak perlu ragu lagi atau mempertanyakan lagi konsep ini.
Tuhan berjanji untuk membalas sedekah kita sepuluh kali lipat, tidak ada penekanan bahwa yang harus disedekahkan itu adalah uang, karena uang adalah objek ciptaan manusia dengan hasil kesepakatan yang hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah itupun dalam cakupan wilayah suatu negara. Apapun itu jika intinya adalah sedekah maka akan dibalas 10 kali lipat. ingat SEPULUH KALI LIPAT titik.

(O): Optimalisasi daya kesuksesan yang penuh berkah

Untuk hal ini tidak perlu mengarahkan pikiran agar mencerna lebih detail, anda tadi sudah membahas tentang pembalasan sepuluh kali lipat, dan sedekah adalah tindakan berpahala. Rumus kehidupan ada yang namanya roda perjalanan nasib, jika anda ingin nasib anda berketerusan baik maka anda harus menjaga perputaran roda itu agar terus berputar dengan pemicunya juga perbuatan kebaikan. Salah satu sumber energi yang tiada habisnya adalah sedekah, dan ini merupakan energi terhebat yang mampu membuat perputaran roda nasib anda berputar dengan kecepatan tidak terjangka oleh alat pengukur manapun, karena yang bekerja dalam perputaran roda itu adalah langsung sentuhan dari Tuhan.

(H): Hidup jadi lebih tenang karena bisa berbagi dengan mereka yang membutuhkan

Tenang adalah efek nyata kedua setelah rasa bahagia yang anda dapatkan dari bersedekah, karena sedekah juga merupakan alat pembersih harta terbaik dari kotoran-koran dosa yang nantinya akan kita gunakan untuk diri sendiri maupun keluarga dalam hal merajut perjalanan hidup. Tentu dapat dibayangkan bagaimana kebimbangan anda atas lisensi jaminan harta bersih dari dosa jika anda tidak melakukan sedekah? masih mau mengkonsumsi makanan enak tanpa label halal?, silahkan saja anda mencobanya dengan catatan anda siap lahir dan bathin atas efek samping yang bakalan anda dapatkan, begitulah kita umpamakan dengan sedekah.

(O): Obat anti gagal yang sangat mujarab bagi kehidupan

Bagaimana anda bisa gagal hanya karena bersedekah? ini adalah pertanyaan yang sama sekali tidak masuk akal, karena selain dengan dibalas sepuluh kali lipat, anda juga mendapatkan bonus berupa doa-doa kebaikan atas diri anda dan kehidupan anda.
Jika didalam hidup ini hanya anda sendiri yang memohon dan negosiasi dengan Tuhan berharap kebaikan mungkin bisa saja Tuhan mengurungkan hak Istimewanya untuk mengabulkan doa anda dengan alasan tertentu atau tanpa alasan apapun sah-sah saja, sebab Tuhan adalah jabatan Esa tanpa ada yang mampu menyamainya. Lain halnya jika yang bermohon dan berdoa melakukan negosiasi atas diri anda itu dilakukan oleh banyak orang dengan segenap rasa tulusnya, apa mungkin Tuhan tetap menggagalkan terkabulnya doa?. Ketika anda bersedekah dan tetap gagal juga maka telitilah kembali dalam penataan niat, jangan-jangan ada terselip kesombongan atau riya' diantara niat tulus dan baik anda itu, sebab kalau kesalahannya dari Tuhan sama sekali tidak akan mungkin dan tidak pernah mungkin.

(N): Nunggak dan hutang apapun bisa dilunasi dengan sedekah


Untuk yang ini, pembuktiannya banyak sekali, anda bisa memilihnya dari sekian banyak ragam dengan membaca tulisan-tulisan mereka yang mengalaminya di wisata hati asuhan ustd.Yusuf Mansur.
Bahasa yang mudah dicernanya begini, sedekah satu saja dibalasnya sepuluh kali lipat, nah satu itu sudah cukup untuk menyangkal darimana alasan anda tetap bisa nunggak dan tidak bisa melunasi hutang anda.
Tuhan itu Maha pemurah dan Maha Adil atas apapun yang diperbuat oleh umatnya, hanya saja terkadang umatnya ini saja yang tidak sadar diri atas kemurahan yang diberikan Tuhan.

(G): Gampang dan dipermudahkan setiap langkah baik di dunia maupun di akhirat

Dengan sedekah maka anda secara tidak langsung melakukan serangkaian kebaikan dengan cara rapel plus mendapatkan bonus bonus spesial, mulai dari doa-doa penuh kebaikan dari yang menerima sedekah hingga balasan dari janji-janji yang sudah Tuhan firmankan. Orang seperti itu adalah orang-orang yang berada pada jalur yang penuh berkah dan hikmah, mana mungkin Tuhan mempersulit hidup dan kehidupan ummatnya, sebab ummat yang dekat dengan lingkungan penuh berkah adalah ummat yang sudah sterilisasi dari virus-virus negatif kehidupan.
0 komentar

UMURMU YANG SEDIKIT


Wahai saudaraku..
Dunia ini seluruhnya sedikit..
Dan yg tersisa untukmu jg sedikit..
Apakah engkau puas dgn yg sedikit itu..
Padahal engkau bs mendapatkan yg berlebih di akherat nanti..

Maka rakuslah akan akherat..
Dan zuhudlah akan dunia..
Sungguh dunia ini adlah tmpt bersabar..
Dan engkau sedang menuju negri akherat tmpt balasan..
Maka belilah dirimu..
Semoga engkau selamat..

Ketahuilah..
Engkau hanya hidup 1,5 jam dalam hitungan penduduk langit..
Dan jika engkau menghitung hidupmu dgn angkamu niscaya tdk lebih dr 80thn..
Sedangkan nabimu hnya hidup 63thn..
Jika engkau memiliki hidup 63thn..
Engkau habiskan untuk apa hidupmu itu?

Cobalah hitung..
Engkau tidur 8jam sehari hingga 21thn hidupmu hnya utk tidur..
Engkau bekerja 8jam sehari hingga 21thn hidupmu hnya utk dunia..
13thn engkau habiskan dlm masa kanak2 tnpa mengenal dirimu, tanpa bebas syariat..
Hingga telah nampak 55thn hidupmu habis tanpa isi..
Sedangkan kemana sisa umurmu yg 8thn?
Yg seandainya engkau sholat 5 wktu di masjid seumur hidupmu..
Niscaya engkau habiskan umurmu tdk lebih dr 3thn..
Lantas kapan wktumu utk membeli dirimu tuk akheratmu..
Sedangkan engkau terus lalai dgn dunia yg seluruhnya hnya sedikit..
Dan yg tersisa utkmu hnya sedikit..
Dan sedikit sekali engkau bersyukur..

"Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yg lurus, ada yg bersyukur dan ada pula yg kafir." (Qs. Al-Insaan, 3)

"Dan sedikit sekali dari hamba2Ku yg bersyukur." (Qs. Saba', 13).

Beramallah skr sblm terlambat..
Amalmu sedikit sedang dosamu menumpuk..
Angan2mu jauh sedang umurmu pendek..
Sedang ia, kematian, telah sangat dekat..
Ia lah pemutus segala angan2..
Dan pemutus segala kenikmatan..

Untuk umurmu yang sedikit.. Dari bagian dunia yg sedikit..

::Indahnya Islam, bagi kaum yg berfikir::
0 komentar

JANGAN MARAH !!!


Jangan Marah...!

Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin rohimahulloh juga mengatakan, Bukanlah maksud beliau ( Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam ) adalah melarang memiliki rasa marah. Karena rasa marah itu bagian dari tabi'at manusia yang pasti ada. Akan tetapi maksudnya ialah kuasailah dirimu ketika muncul rasa marah. Supaya kemarahanmu itu tidak menimbulkan dampak yang kurang baik…

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam, "Berilah saya nasihat" Beliau shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda, "Janganmarah" Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, "Jangan marah" (HR. Bukhari).

Imam Nawawi rohimahulloh mengatakan, "Makna jangan marah yaitu janganlah kamu tumpahkan kemarahanmu. Larangan ini bukan tertuju kepada rasa marah itu sendiri. Karena pada hakikatnya marah adalah tabi'at manusia, yang tidak mungkin bisa dihilangkan dari perasaan manusia".

Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang menemui Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam"Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka". Maka beliau shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan" (HR. Thobrani, Shohih)

Jangan marah...!
Kemarahan hanya menunjukkan betapa orang lain bisa sedemikian pentingnya untuk membuatmu kehilangan kesabaran…
0 komentar

CARA MUDAH MEMILIKI RUMAH


Anda masih mengontrak? Ingin punya rumah sendiri? Inilah amalan yang patut anda amalkan secara istiqamah, apa itu? Yap sholat Dhuha. Berusahalah untuk melaksanakan Shalat Dhuha 12 rakaat. Kalau bisa setiap hari, itu sangat baik. Akantetapi, jika tidak memungkinkan setiap hari melaksanakan sholat Dhuha 12 rakaat, maka sekurang-kurangnya dalam seminggu Ada satu hari kita melaksanakan shalat Dhuha 12 rakaat. Dalam hal ini, Anda yg lebih tahu pada hari apa anda memiliki waktu agak luang untuk menunaikan shalat Dhuha 12 rakaat. Mungkin di hari libur bekerja, seperti hari sabtu dan minggu. Manfaatkanlah dengan baik. Jangan sia-siakan. Insya Allah kita Akan memetik hikmah dan manfaat yang besar. Rasulullah SAW bersabda, "siapa saja yang sholat Dhuha 12 rakaat, maka Allah SWT Akan membangunkan baginya se buah istana dari emas di surga." (HR.Abu Daud).Dahsyat! Hadist diatas Tegas menerangkan bahwa siapa saja yang istiqamah melaksanakan shalat Dhuha 12 rakaat, maka ia Akan memeroleh sebuah istana (baca: Rumah). Bahkan bukan rumah di dunia, tetapi rumah di surga. dalam konteks ini, saya memahami, jika rumah di surga saja Telah di siapkan, tentulah hal yang teramat mudah bagi Allah SWT untuk menganugerahkan rumah di dunia kepada hamba-Nya yang Dia kehendaki. Caranya, kita istiqamahkan shalat Dhuha 12 rakaat. Kemudian, coba mencari informasi seputar KPR (Kredit Perumahan Rakyat). Kenapa KPR? Tidak beli tunai atau membangun sendiri? Ya, saya tahulah kebanyakan masyarakat kita bekerja sebagai karyAwan. Jadi, ikhtiar yang memungkinkan di tempuh adalah KPR. Anda pilih lokasinya, pilih tipenya, jika sudah cocok, bismillah ambillah satu unit. Insya Allah dengan amalan shalat Dhuha 12 rakaat, anda Akan di beri kemudahan untuk membayar cicilannya. Kuncinya yakin kepada Allah SWT Disertai ikhtiar yang optimal. Mungkin sebagian anda Akan menjawab, "Pak, untuk mengambil KPR'kan hitung-hitungannya harus matang. Jangan sampai macet di tengah jalan. Justru malah Akan membebani." Pemikiran seperti inilah yang Akan menghambat kita memiliki Rumah. Seolah-olah kita tidak yakin dengan jaminan rezeki Dari Allah SWT sebagai illustrasi, coba anda hitung berapa kebutuhan anda setiap bulan? Lalu, bandingkan dengan gaji atau penghasilan anda. Surplus atau minus? Tidak ketemukan angkanya. Inilah uniknya rezeki. Kita bisa mengamati dalam kehidupan sehari-hari, seorang Ayah yang hanya bekerja sebagai guru, namun bisa mengkuliahkan Lima anaknya sampai lulus. Ada lagi seorang Ibu yg suaminya Sudah meninggal, mampu mengkuliahkan tujuh anaknya sampai lulus dan berhasil di bidangnya masing-masing. Padahal Ibu itu hanya seorang pedagang pakaian. Secara logika, darimana biayanya? Sekali lagi, inilah uniknya rezeki. ia tidak bisa di kalkulasi secara matematis. Allah SWT punya cara sendiri untuk memberikan rezeki kepada hamba-Nya yang Dia kehendaki. Jadi, ingin punya Rumah? Take action! Pilih lokasi dan tipenya, jika Sudah cocok ambil satu unit. Kemudian, laksanakan shalat Dhuha 12 rakaat secara konsisten, barengi dengan ikhtiar yang optimal, selebihnya pasrahkan kepada Allah SWT. Insya Allah, kita Akan diberi kemudahan untuk membayar cicilannya sampai Lunas. Yakin!
APLIKASI.
Cerita diatas menjadi bukti empiris bahwa Shalat Dhuha sama sekali tidak menghambat pekerjaan dan bisnis kita, tapi justru akan memuluskan dan memperlancar pekerjaan dan bisnis.karena itu, jadikanlah shalat Dhuha sebagai modal utama untuk meraih prestasi maksimal dalam pekerjaan dan bisnis. Ilmu Akan menjadi powerful dan mendatangkan manfaat ketika diamalkan atau di praktekkan. Jadi setelah kita belajar tentang keutamaan shalat Dhuha, maka praktekkanlah secara konsisten. Mulai hari ini juga. Jangan di tunda-tunda. Semakin lama menunda, semakin lama pula kita mengalami percepatan rezeki. Juga jangan bolong-bolong. Berusahalah untuk melakukan shalat Dhuha secara istiqamah. Berjuanglah tidak terlewat satu haripun. Insya Allah kita akan mengalami percepatan Rezeki. Allah SWT akan memberikan kepada kita rezeki yg halal, berkah, dan melimpah dari jalan yang tidak di sangka-sangka.
1 komentar

Tanya Jawab Hukum Badal Haji


Badal Haji Dan Umrah Serta Hukum Melaksanakan Umrah Berkali-Kali Bagi Jama’ah Haji Saat Berada Di Mekkah
 Pertanyaan:
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
1. Satu bulan sebelum keberangkatan haji, orang tua meninggal, apakah boleh dibadalkan? Kapan dan siapa yang sebaiknya membadalkan?
2. Jika umrah hukumnya sunnah, apakah ada membadalkan umrah?
3. Berapa lama waktu antara umrah keumrah berikutnya? Bagaimana dengan jamaah haji yang melakukan umrah beberapa kali saat di Makkah?
Sigit Bachtiar
NBM 977.029, SMK  Muhammadiyah02
Tangerang selatan- Banten
(disidangkan pada hari Jum'at, 25 Syawal 1432 H / 23 September 2011 M)
Jawaban:
Terima kasih kami ucapkan kepada  bapak Sigit Bachtiar di Tangerang Selatan-Banten atas pertanyaan yang disampaikan kepada kami. Beberapa pertanyaan yang  bapak ajukan tersebut sebenarnya sudah dijelaskan secara panjang lebar di dalam  buku Tuntunan Manasik Haji Menurut Putusan Tarjih Muhammadiyah yang disusun oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Berikut ini jawaban dari pertanyaan bapak:

1. Hukum badal haji, waktu, dan orang yang membadalkan.
Badal haji adalah ibadah haji yang dilaksanakan oleh seseorang atas nama orang lain yang telah memiliki kewajiban  untuk menunaikan ibadah haji, namun karena orang tersebut uzur(berhalangan) sehingga tidak dapat melaksanakannya sendiri, maka pelaksanaan ibadah tersebut didelegasikan kepada orang lain.
Badal haji ini menjadi masalah mengingat ada beberapa ayat Al-Qur'an yang dapat difahami bahwa seseorang hanya akan mendapatkan pahala dari hasil usahanya sendiri. Artinya, seseorang tidak dapat melakukan suatu peribadatan untuk orang lain, pahala dari peribadatan itu tetap bagi orang yang melakukannya bukan bagi orang lain. Disamping itu ada juga Hadits Nabi saw yang menerangkan babwa seorang anak dapat melaksanakan ibadah haji untuk orang tuanya atau seseorang melaksanakan haji untuk saudaranya yang  telah uzar baik karena sakit, usia tua atau telah meninggal dunia, padahal ia sudah berkewajiban untuk menunaikan ibadah haji.
Adapun ayat-ayat Al-Qur'an yang  dimaksud antara lain:
a. Surat Al-Baqarah ayat 286:
Artinya "...ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya, dan la mendapat siksa (dari kejahatan) yang di kerjakannya ..."(Qs. Al-Baqarah [2]: 286)
b. Surat Yasin ayat 54:
Artinya:"Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun, dan kamu tidak dibalas kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan."(Qs. Yasin [36]: 54)
c. Surat An-Najm ayat 38 dan 39:
Art nya: "(yaitu) bahwasanya seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan bahwasanya seseorang manusia tidak memperoleh sesuatu selain dari apa yang telah diusahakannya. (Qs. An-Najm [53]: 38-39)
Adapun Hadits-Hadits yang dapat dijadikan acuan atau memberi petunjuk dibolehkannya seorang anak menunaikan ibadah haji atas nama orang tuanya dan seseorang melaksanakan haji untuk saudaranya diantaranyaadalah:
Arti nya:"Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra., bahwa seorang perempuan datang kepada Nabi saw,lalu berkata : Sesungguhnya ibuku telah bernadzar untuk berhaji, lalu la meninggal dunia sebelum ia melaksanakan haji, apakah saya harus menghajikannya? Nabi saw bersabda: Ya hajikanlah untuknya, bagaimana pendapatmu seandainya ibumu memiliki tanggungan hutang, apakah kamu akan melunasinya? la menjawab: Ya. Lalu Rasulullah saw bersabda: Tunaikanlah hutang (janji) kepada Allah, karena sesungguhnya hutang kepada Allah lebih berhak untuk dipenuhi."[HR. al-Bukhari]

  Art nya:"Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., apabila seorang manusia meninggal dunia, terputuslah amal perbuatannya kecuali tiga hal; shadagah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakannya."[HR. Muslim]

 Artinya:"Bahwasanya seorang wanita dari Khas'am berkata kepada Rasulullah saw: Ya Rasulullah sesungguhnya ayahku telah tua renta, baginya ada kewajiban Allah dalam berhaji, dan dia tidak bisa duduk tegak di atas punggung onta. Lalu Nabi saw bersabda: Hajikanlah dia." [ H R. Muslim dan jamaah ahli Hadits]
Artinya: "Seorang taki-laki dari bani Khas'am menghadap kepada Rasulullah saw, la berkata: Sesungguhnya ayahku masuk islam pada waktu la telah tua, dia tidak dapat naik kendaraan untuk haji yang diwajibkan, bolehkan aku menghajikannya? Nabi saw bersabda: A pakah kamu anak tertua? Orang itu menjawab: Ya. Nabi saw bersabda: Bagaimana pendapatmu jika ayahmu mempunyai hutang, lalu  Engkau membayar hutang itu untuknya, apakah itu cukup sebagai gantinya? Orang itu menjawab: Ya. Maka Nabi saw bersabda: Hajikaniah dia."(HR Ahmad)
      Para ulama berbeda pendapat dalam memahami ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits-Hadits tersebut di atas. Ada yang berpendapat bahwa Hadits-Hadits tersebut bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur'an Oleh karena itu, Hadits-Hadits tersebut tidak dapat diamalkan. Hadits-Hadits itu zhanni sedangkan ayat Al-Qur'an gath'i. Pendapat ini didukung oleh ulama Hanafiyah. Ulama' lain seperti Ibnu Hazm berpendapat bahwa Hadits Ahad mempunyai kekuatan gath'I sehingga dapat mengecualikan atau mengkhususkan ayat Al-Qur'an. Pendapat ketiga dikemukakan oleh ulama Mutakallimin khususnya ulama Syafi'iyah yang mengatakan bahwa Hadits Ahad apalagi Hadits Mutawatir dapat mentakhsis atau mengecualikan ayat-ayat Al-Qur'an. Oleh karena itu, menurut mereka anak bahkan orang lain pun dapat melaksanakan haji atas nama orang tuanya atau orang lain. Pelaksanaan haji yang demikian ini disebut "badal haji" atau "haji amanat".
     Sejauh yang dapat difahami dari pendapat di kalangan ulama Tarjih Muhammadiyah, Hadits Ahad dapat mentakhsi ayat Al-Qur'an, yakni sebagal bayan (penjelas). Contohnya dalam masalah wakaf, Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah menetapkan bahwa orang yang berwakaf  akan tetap mengalir pahalanya sekalipun la telah meninggal dunia berdasarkan Hadits riwayat Muslim yang menyatakan bahwa apabila manusia meninggal dunia putuslah amalnya kecuali tiga hal: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak  shalih yang selalu mendoakan kedua orangtuanya, sebagaimana dikutip di atas.
Hadits ini secara lahiriyah tampak bertentangan dengan ayat-ayat Ai-Qur'an tersebut di atas, namun Hadits ini juga dapat diartikan sebagai takhsis (pengkhususan) atau bayan (penjelas) terhadap ayat-ayat Al-Qur'an tersebut.
      Dengan memperhatikan ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits-Hadits serta keterangan di atas, maka haji bagi seseorang yang telah memenuhi kewajiban haji tetapi tidak dapat melakukannya karena udzuratau karena sudah meninggal dunia padahal la sudah berniat atau bemazar untuk menunaikan ibadah haji, hanya dapat dilakukan oleh anak dan saudaranya (ahli warisnya) pada asyhuri al-hafj(musim haji), hanya saja pengganti harus telah berhaji terlebih dahulu, sebagaimana dijelaskan dalam Hadits berikutini:

     Artin ya  .. diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwasanya Nabi saw mendengar seseorang berkata labbaik (aku dating memenuhi panggilanmu) dari (untuk) Syubrumah. Rasulullah saw bertanya; Siapakah Syubrumah itu, ia menjawab; saudaraku atau kerabatku, lalu Rasulullah bertanya; Apakah kamu sudah berhaji untuk dirimu? la menjawab; Belum. Lalu Rasulullah saw bersabda; Berhajilah untuk diri- mu (terlebih dahulu) kemudian kamu berhaji untuk Syubrumah."( H R Abu Dawud dan Ibnu Majah)

2.   Badal Umrah
      Para ulama sepakat bahwa umrah hukumnya sunnah, sehingga tidak ada kewajiban bagi seseorang atau ahli waris untuk mengumrahkan orang tuanya yang sudah udzur atau meninggal dunia. Kecuali jika orang tuanya pernah bernazar untuk melaksanakan umrah, maka anaknya (ahli warisnya) yang memiliki kemampuan harus menunaikan nazar kedua orang tuanya. Hal tersebut didasarkan pada Hadits-Hadits tersebut di atas dan Hadits berkut ini:
    Art nya: "Diriwayatkan dari 'Aisyah ra., dari Nabi saw bersabda: Barangsiapa  yang bernazar untuk mentaati Allah maka hendaknya ditaati (ditunaikan), dan barangsiapa bernazar untuk bermaksiat ke pada Allah maka janganlah la (tunaikan nazarnya) untuk berbuat maksiat." ( H R . al-Bukhari dan jamaah ahli Hadits)

 3.   Waktu antara umrah ke umrah berikut  nya dan hukum bagi jamaah haji yang melakukan umrah beberapa kali saat di Makkah ?
    Waktu pelaksanaan umrah tidak ditentukan secara khusus. Umrah dapat dilakukan kapan saja, baik pada musim haji maupun di luar asyhur al-haj/(bulan-bulan haji). Sehingga bagi orang yang memiliki kemampuan baik secara finansial, fisik maupun transportasi dapat melakukannya"kapan saja" dengan memperhatikan kewajiban-kewajiban yang lain baik kepada keluarga, kerabat maupun lingkungan sosiainya, sehingga ia tidak hanya mementingkan dirinya sendiri namun juga orang lain. Jika ia sudah berkali-kali melaksana kan umrah dengan kemampuan materi yang dimilikinya, hendaknya la mengajak atau memberikan kesempatan (bantuan) kepada orang untuk melaksanakannya, dan hal tersebut tidak akan mengurangi pahala dan kebaikan yang akan didapatkannya. Sedangkan bagi orang yang sedang melaksanakan ibadah haji, ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan seputar pelaksanaan umrah terutama menjelang melaksanakan haji.
      Sebelum menjawab substansi pertanyaan yang ketiga, perlu difahami terlebih dahulu pengertian umrah berkali-kali bagi jama'ah haji tersebut. Bahwa yang dimaksud dengan umrah berkali-kaii menjelang ibadah haji di sini adalah umrah yang dilaksanakan berkali-kali oleh jamaah haji setelah mereka melakukan umrah dalam melakukan haji tamattu'. Umrah ini dilaksanakan dalam rangkaian ibadah haji guna mengisi waktu senggang sebelum melaksanakan ibadah haji pada tanggai 8 Dzulhijjah. Umrah seperti ini juga disebut dengan umrah Makkiyah, yakni umrah yang dilaksanakan oleh jamaah haji dari luar Makkah yang sedang berada di kota Makkah. Mereka keluar dari Tanah Haram seperti Tan'im dan Ji'ranah, Ialu melakukan ihram untuk umrah dari tempat tersebut.
      Jamaah haji yang melakukan umrah dari Tan'im atau Ji'ranah tersebut berlandaskan pada adanya izin dari Nabi saw kepada 'Aisyah untuk meiakukan umrah dengan diantar oieh saudaranya yang bernama Abdurrahman bin Abi Bakar. Pada saat itu Nabi saw beserta para sahabat akan meninggalkan Makkah menuju Madinah seusai melaksanakan ibadah haji. Saat itu 'Aisyah gelisah karena pada waktu tiba di Makkah ia tidak dapat menyempurnakan umrahnya dengan thawaf, karena haid. Ke gelisahan ini kemudian disampaikan kepada Rasulullah saw, dengan mengatakan bahwa orang lain bisa melakukan ibadah haji dan umrah dengan sempuma, sedangkan la hanya ibadah haji saja. Mendengar keluhan 'Aisyah ini, kemudian Nabi saw menyuruh Abdurrahman bin Abi Bakar mengantarkannya ke Tan'im melakukan Umrah
Artinya: "... ( Aisyah ra) berkata: Aku sendiri termasuk orang yang berniat ihram untuk umrah dan kita semua meninggalkan Madinah sampai dating di Makkah. Pada saat datangnya hari atau waktu Arafah saya haid, sehingga saya tidak dapat tahallul untuk umrahku. Aku mengadu kepada Nabi saw, lalu Nabi bersabda: Tinggalkan umrahmu dan lepaskan rambutmu dan bersisirlah kemudian niatlah ihram untuk haji. Selanjutnya Aisyah berkata: Akupun  mengerjakannya, dan setelah sampai malam Hasabah  sesudah hari tasyrig)  dan setelah kami selesai ibadah haji,  Nabi saw menyuruh Abdurrahman bin Abi Bakar memboncengkan aku keluar ke Tan'im dan akupun ihram untuk umrah dan selesai. Maka Allah telah menentukan selesai haji dan umrah kami. Dalam hal ini tidak diperlukan membayar dam (menyembelih hewan), membayar sadagah ataupun berpuasa." ( H R Muslim)
     Berdasarkan Hadits di atas, jelas bahwa umrah tersebut dilakukan sesudah selesai haji dan dalam rangka menyempurnakan umrah sebelumnya. Nabi saw tidak memberikan tuntunan dan tidak menyuruh para sahabat untuk melakukan umrah berkali-kali dalam musim haji sebelum waktu wukuf di Arafah. Oleh karena itu, umrah seperti itu tidak perlu dilaksanakan. Amalan-amalan yang dianjurkan kepada jama’ah haji adalah tadarrus al-Qu’an, memperbanyak do’a atau thawaf di masjidil haram. Adapun melaksanakan umrah selesai ibadah haji boleh saja dilakukan. Wallahu a’alam.
0 komentar

INSPIRASI UNTUK BANGSA INDONESIA


*Kita seringnya tidak tahu
Saya suka berbagi cerita seperti ini, tentang kesalahan diri sendiri, maka semoga orang lain tidak perlu mengalaminya. Karena itu jelas tidak menyenangkan. Biar tdk ada yang tersinggung, akan saya gunakan ilustrasi langsung saya sendiri dalam cerita ini. Dan biar kalian tidak terlalu serius, anggap saja ini fiksi, toh, saya itu hanya pengarang fiksi.
Alkisah, tere liye si penulis fiksi itu terbang ke luar negeri, transit, naiklah dia maskapai yang keren, dengan penumpang dengan wajah dan kulit yang berbeda. Di tengah penumpang yang berbeda bahasa tersebut, amat menyenangkan menemukan dua orang dengan bahasa yang sama, hei, ternyata mereka dari sekitaran jawa barat, wah, cocok ini, bisa bicara tentang bandung, dsbgnya. Tertawa, dengan cepat akrab.
Satu orang tersebut adalah doktor lulusan universitas bagus di LN, dan dia menetap di sana, bekerja di sana, kita sebut saja Bambang. Satu orang lagi, baru mau ambil S2, adik kelas dari Si Bambang waktu kuliah di kampus bandung. Banyak hal yang bisa dibicarakan dalam penerbangan beberapa jam tersebut. Dan segera, topik yang muncul di kepala saya adalah: kenapa mas Bambang menetap di LN? kenapa Mas Bambang mau bekerja di sana? Hei, kenapa mas Bambang nggak balik ke kampungnya di pelosok jawa barat, agar bisa membangun kampungnya.
Semangat sekali saya membahasnya, sehingga abai, kalau mas Bambang ini hanya tersenyum, mengangguk, tidak banyak menjawab. "Wah, mas, itu kan brain drain? Siapa yang akan membangun kampung2 kalau Mas sendiri menetap di LN?" tidak puas, "Wah mas, harusnya orang2 peduli dengan tanah kelahirannya." atau "Jangan karena nyaman dan gajinya tinggi loh, Mas, kampung halaman dilupakan." Pokoknya seru sekali saya berkomentar, sama sekali tidak menyadari Mas bambang hanya tersenyum sopan, mengangguk takjim. Entahlah, hingga topik itu terlewatkan karena kembali membahas hal lain, pembicaraan pindah tentang kuliner lokal di negeri orang--yang kali ini Mas Bambang menanggapi semangat.
Setiba di bandara tujuan, beres urusan stempel imigrasi, berbelok menuju lobi kedatangan, sebelum berpisah saling melambaikan tangan, saya ingin ke toilet. Nah, si adik kelas mas Bambang yang lagi ambil S2 itu entah kenapa juga ingin ke toilet. Kami berjalan bersama.
"Abang tahu tidak, Mas Bambang itu mengirimkan puluhan ribu dollar untuk kampungnya? Abang tahu tidak, Mas Bambang itu membangun sistem irigasi, listrik, semua infrastuktur kampungnya sekarang. Abang tahu tidak, Mas Bambang itu mendirikan klinik, memberdayakan ibu rumah tangga, memberikan akses pendidikan. Sepuluh tahun sejak Mas Bambang tinggal di luar negeri, kampungnya, bahkan kampung2 di sekitarnya sekarang tidak lagi kampung terpencil, sudah maju, hanya karena usaha Mas Bambang sendirian, sama sekali tidak melibatkan pemerintah, pejabat2."
Saya diam, menatapnya.
"Pertanyaan relevannya sekarang, kalau Mas Bambang yang hanya bisa pulang sekali setiap dua tahun, itupun hanya seminggu, tapi dia bisa memberikan banyak hal ke kampung halamannya. Lantas apa yang abang lakukan untuk negara Abang, padahal Abang setiap hari ada di sana?"
Saya benar2 menelan ludah.
Dalam cerita ini saya benar2 paham telah melakukan kesalahan fatal; dan yang amat mengesankan, sungguh amat mengesankan, justeru mas Bambang kita dalam saat bersamaan, melakukan kebijaksanaan paling mendasar saat menyikapi orang2 sok tahu, orang2 sok akrab, kenal juga tidak, seperti saya. Dua kontras yang tajam sekali. Saat saya rese menyebalkan, Mas Bambang tidak bergegas harus mendaftar apa yang telah dia lakukan untuk mempermalukan saya, mas Bambang hanya tersenyum dan mengangguk.
Ah, dunia ini memang ramai diisi oleh orang2 seperti saya. Tapi setidaknya, saat saya bergegas minta maaf, merasa amat bersalah, mas Bambang lagi2 simpel tersenyum, "Kita bisa selalu memperbaiki diri. Jangan terlalu dipikirkan." Well yeah, saya menemukan lagi ego itu, saya bisa memperbaiki diri kok--meski besok2 ya cuma jadi tameng saja bilang akan memperbaiki diri.
0 komentar

DOA AGAR DIMUDAHKAN DAN TERBEBAS DARI HUTANG


Diriwayatkan bahwa seorang sahabat yang bernama Abu Umamah selalu tinggal di masjid siang dan malam. Rasulullah saw rupanya senantiasa merperhatikan keadaan Abu Umamah yang sudah sekian lama selalu tinggal di masjid meskipun bukan waktu shalat. Akhirnya Rasulullah saw memanggil Abu Umamah kemudian menanyakan sebab-sebab dia berbuat demikian. Abu Umamah menerangkan kepada Rasulullah saw bahwa dia ditimpa kesedihan dan kesusahan yang menyebabkan dia merasa amat gelisah jika tinggal di rumah karena akibat terlampau banyak hutang yang tidak bisa terbayar.
Rasullllah saw bersabda kepada Abu Umamah, "Kuberikan kepadamu beberapa kalimat, amalkanlah dengan baik setiap hari, maka Tuhan akan memberikan kelonggaran kepadamu." Kemudian Rasulullah saw mengucapkan:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.
 "AllaaHumma inni a'uudzubika minal Hammi wal hazani Wa a'uudzubika minal 'ajzi wal kasali Wa a'uudzubika minal jubni wal bukhli Wa a'uudzubika minal ghalabatid dayni wa qaHrir rijaal
[Ya Allah sesungguhnya aku berlindung diri kepada Engkau dari kesusahan dan kedukaan, dari lemah kemauan dan rasa malas, dari sifat pengecut dan bakhil, dari banyak hutang dan kezaliman manusia]."
DOA LAINNYA :
Allahumma Faarijal hamm... Kasyifal ghamm... Mujiba da'watal mudhthariin... Rahmanad dunya wal akhirah wa rahiimahuma. Anta tarhamuni, farhamni birahmatin tughnini biha an rahmati man siwaak
Ya Allah, Yang berkuasa menyingkap kegalauan... Mampu menghilangkan segala kesedihan. Engkaulah Yang Menjawab permohonan orang yang terdesak. Engkau Sang Maha Pengasih dan Penyayang di dunia dan akhirat. Engkau senantiasa merahmatiku, maka rahmati-lah aku dengan sebuah rahmat yang mencukupkanku dari meminta kepada selain-Mu.

 اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.
 "Ya Allah! Cukupilah aku dengan rezekiMu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Perkayalah aku dengan karuniaMu (hingga aku tidak minta) kepada selainMu.
Mintalah HANYA KEPADA ALLAH, jangan pernah tergiur dengan JALAN PINTAS dengan mendatangi DUKUN atau PARANORMAL yang justru akan MENJERAT dan MENJERUMUSKAN Kita di jurang KETERPURUKAN Dunia Akhirat, Berdoa, Meminta dan MENGEMIS kepada Allah gak usah pakai bayar bahkan itu hal yang mulia, karena senantiasa rindu dengan TANGIS DAN DOA KITA dihadapanNYa.
Yakinlah doa' kepada Allah Swt bisa menyelesaikan semua masalah. Apalagi cuma hutang! Namun tentu saja bukan hanya doa', tapi harus kita iringi dengan Kerja Optimal, memperbaiki kualitas ibadah kita serta memperbanyak Amal sholeh.
"Berdoalah kepadaKu niscaya akan Aku perkenankan bagimu ". (QS. Ghofir: 60)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
0 komentar

Cerpen "Pentingnya Mensyukuri Nikmat"


Fabayyi aalāirabbikumaa tukadz dzibaan (77).Tabarakasmurabbika dzil jalaali wal ikraam (78).Shadaqallahul ‘azhiim”.Potongan ayat ini membuat Dini terdiam sejenak. Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?.
“Hmmm…Seminggu ini aku banyak ngeluh nggak, ya? Kayaknya nggak, deh! Sabtu kemarin kan dapat uang saku dari ayah tapi.. masih kurang, Jum’atnya jalan-jalan ke pasar tapi banyak sekali yang nggak bisa dibeli, Kamisnya makan bakso bareng teman-teman tapi baksonya kurang banyak, Rabunya pergi ke Bogor, rasanya seneng banget tapi di sana lumayan ngeseli juga, soalnya banyak akhwat yang lebih cantik dari aku sih. He…he.. Terus hari ini…”
“Ukh..”Rani tiba-tiba datang dan membuyarkan semua lamunan Dini.“Sore ini ada acara nggak?”. “InsyaAllah nggak ada, ada yang bisa saya bantu shahibiy?”.Zahrah terdiam sebentar, lalu bicara sedikit dilanjutkan dengan senyum manisnya “Cari Bapak-bapak yuk sore nanti?”.
Dini terdiam sejenak “Hah, Bapak-bapak? Ngapain Ra?” sahut Dini dengan penuh keheranan.“Yups, Bapak-bapak, tapi jangan mikir yang aneh-aneh ya.Itu tuh Bapak yang ada di samping asrama yang lagi menanam padi. “Mau ya Din?” desak Zahrah.
“Ok , insyaAllah”. Dini tidak akan mungkin bisa menolak jika temannya yang satu ini yang minta, apalagi jurus saktinya keluar, memelas dengan disertai ekspresinya seperti anak kelaparan yang belum makan selama seminggu.
Takdir Allah telah menemukan Dini dan teman-temannya disini. Menjadi para perantau yang jauh dari keluarga dan haus akan kasih sayang. Namun, semua keluhan ini tidak berlaku untuk mereka, mengapa?karena Allah menjadikan mereka sebagai keluarga besar yang saling mencintai karena-Nya.Mendapatkan beasiswa adalah salah satu nikmat yang didapatkan di negeri perantauan ini. Kuliah gratis, laptop gratis, asrama gratis, pokoknya semuanya gratis kecuali satu, yaitu biaya makan.Nah, untuk urusan yang satu ini tidak ada yang bersedia untuk membahasnya secara mendalam.
“Emang mau ngapain? Mending nyari aku aja?” Dini mencoba menggali informasi mengenai rencana yang akan dilakukan Zahrah. “Makanya nanti sore temani aku ya!”.“Yo wes ora opo-opolah”.Dini menyerah dan tak sabar menunggu nanti sore.
“Din, ayo bangun!Katanya mau nemenin aku” Zahrah membangunkan Dini sambil mengguncang-guncang tubuhnya.“Oh, iya.Ane lupa. Tadi ketiduran soalnya ngantuk banget nih!”.
Setelah mencuci wajahnya Dini segera bergegas menemui Zahrah yang sudah menunggu di luar asrama. “Let’s go ukh. Kita cari Bapak itu!” ajak Dini dengan semangat 45.“Cari barang yang mau dikasih dulu dong!”sahut Zahrah. “Lho, emang buat apa?” tanya Dini heran. “ Begini Diniku sayang, aku itu sudah lama sekali nggak sedekah. Saatnya aku menyisihkan sedikit rezekiku dulu sekarang dan sepertinya Bapak itu pantas untuk menerimanya” Zahrah akhirnya menjelaskan maksudnya mencari Bapak tersebut.
“Hmmm… begitu rupanya. Ayo kita cari!”.Mereka berdua berjalan menuju warung untuk membeli beberapa sembako yang akan diberikan. Setelah mendapatkan barang yang mereka butuhkan, tanpa menunda-nunda lagi, mereka segera pergi mencari bapak tersebut.Sepanjang jalan Dini hanya bisa mengagumi sikap temannya itu.Unik dan luar biasa, pikirnya.Tak pernah terbayang di benak Dini untuk melakukan amalan mulia seperti ini.Dini jadi ingat renungannya pagi tadi yang ternyata lebih banyak mengeluhnya daripada bersyukur.Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?
“Itu Bapaknya, Ra!” Dini menjerit sambil menunjuk ke arah Bapak yang mereka cari dari tadi. Dini dan Zahrah segera menghampiri beliau untuk menyampaikan maksud kedatangan mereka menemui bapak tersebut.“Ini ada sedikit rezeki buat Bapak?”Zahrah memberikan bungkusan yang telah disiapkan tadi disertai dengan senyuman manis. “Nggak usah Neng, buat Neng aja” Bapak tersebut menolak pemberian Zahrah sambil memerhatikan penampilan mereka berdua dari atas kepala sampai ujung kaki.
“Nggak apa-apa kok Pak, ini rezeki untuk Bapak!”Zahrah mulai memaksa.“Oh, kalau begitu terima kasih ya Neng” Bapak itu akhirnya menerima pemberian Zahrah dengan ekspresi wajahnya yang seperti orang ketakutan.
Zahrah dan Dini pun beranjak pergi meninggalkan Bapak tersebut, tapi di sepanjang jalan suasana menjadi hening dan sepi. “Kok cara melihat Bapak itu ke kita aneh ya Ra?” kata Dini memecah keheningan. “Itu yang aku takutkan, Din”.“Apa hal tersebut dikarenakan penampilan kita yang seperti ini?”Dini memperhatikan dirinya sendiri.Mereka berdua memperhatikan diri masing-masing mulai dari atas hingga bawah. “Apa jilbab kita aneh ya Ra? Kepanjangan ya?Atau kaos kaki yang kita gunakan? Atau juga bajunya yang aneh?” tanya Dini panjang.
“Mungkin kamu benar Din” jawab Zahrah dengan ekspresi kecewa.“Itulah salah satu ujian buat kita.Mungkin kita dianggapnya aneh atau mungkin… teroris?” sahut Zahrah.Dini diam dan dalam pikirannya dia ingat kembali masa suramnya dulu saat belum mencoba berpakaian syar’i seperti sekarang.
“Kayaknya dulu aku juga berpikiran seperti itu.Orang seperti kita ini aneh sekali dan bahkan mungkin termasuk teroris” Dini berkata di dalam hati.“Rupanya semua pandangan itu tidak benar.Buktinya aku bukan seperti itu kok!” sahut Dini di dalam hati.Dini dan Zahrah terdiam sepi di sepanjang perjalanan hingga sampai di asrama.
“Ya sudahlah jangan terlalu dipirkan. Keep Fighting Ukh..”Zahrah mencoba mencairkan suasana. Namun, air mata Zahrah tak terbendung lagi untuk jatuh yang menunjukkan bahwa ia kecewa, sungguh benar-benar kecewa. Dini memeluk menepuk bahu Zahrah mencoba menguatkannya.“Aku duluan ya.Innallaha Ma’a Shabiriin” Dini pamit masuk ke kamar duluan.Mereka berdua masuk ke kamar masing-masing dengan perasaan yang sangat tidak baik.
Kuliah di tempat yang didominasi oleh orang-orang non-muslim pada awalnya membuat Dini cukup khawatir.“Bagaimana nanti imanku di sana?” pikir Dini dulu. Namun, Allah punya rencana lain yang telah dipersiapkan. Allah mempertemukan Dini dengan orang-orang yang dianggapnya sungguh luar biasa yang telah merubahnya dari seorang wanita biasa menjadi akhwat yang mau memperbaiki dirinya berdasarkan syari’at islam.
Semua perubahan ini tentunya tak berjalan mulus seperti yang terlihat. Setiap pagi Dini dan mahasiswa muslim lainnya harus tetap fokus menjalankan shalat shubuh dan membaca Al-qur’an meskipun suara nyanyian peribadatan teman-teman mereka yang beragama non-muslim terdengar nyaring di telinga. Tak heran jika mereka sampai hafal syair yang setiap hari menari-nari di telinga mereka tersebut. Awalnya proses cukup menghambat semua niat baiknya khususnya dalam berhijab yang syar’i. Celana jeans dan jilbab modis yang menjadi gaya hidup Dini sangat sulit dilepaskan. Berjuta kali ayat mengenai kewajiban untuk berhijab yang benar sampai di telinga, berjuta kali lipat pula godaan syaitan menghadang.
Hingga suatu ketika hati Dini pun tergerak karena cemburu melihat temannya yang sudah mendahuluinya mengenakan jilbab panjang dan tebal.Entah kenapa ada dorongan dari dalam dirinya untuk segera berubah.Rasa malu pun muncul dari lubuk hati, selamat tinggal masa kelam.Jilbab panjang yang menutup dada, manset yang menutupi pergelangan tangan, kaos kaki yang menutupi kaki, teman-teman seperjuangan dan tentunya Allah yang mendominasi di hati merupakan nikmat terbesar yang ia dapatkan kini.
Sedih dengan perlakuan yang telah didapatkan dari Bapak tadi, Dini menjadi terdiam bisu di dalam kamar. Tak lama kemudian, ia teringat kembali dengan renungannya.Ya Allah alangkah beratnya ujian-Mu ini.Orang yang baik saja tak semulus seperti yang kupikirkan” pikir Dini.Dini teringat sesuatu kemudian berdiri mengambil spidol lalu mendekati kaca lemari dan menuliskan satu potong kalimat, Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan? “Tolong bantu hamba-Mu ini ya Allah” harap Dini. Hari berlalu seperti biasanya, tak ada yang berubah.Rasa takut atas kejadian kemarin sudah mulai menghilang dari benak.Keep istiqomah! “Masih banyak yang harus aku perbaiki dan pelajari”ujar Dini.
Dini membawa piring lalu menuju dapur untuk mengambil nasi. Di dapur dia bertemu dengan Yani yang sedang asyik dengan pekerjaannya.“Asyik, nih! lagi buat apa Yan?” celetus Dini yang mulai tertarik. “Biasa Din, lagi buat kue ni untuk jualan” jawab Yani yang masih asyik dengan adonannya. “Keren Yan!”. “Apanya yang keren, aku ini aneh ya?” tanya Yani. “Nggak, siapa yang bilang begitu?”Dini mencoba menepis pernyataan Yani. “Ya, gini deh kerjaan aku Din. Aku nggak bisa diam aja tanpa ada manfaatnya, jadi aku coba buat kue ini aja untuk dijual. “Emang untungnya banyak?” tanya Dini. “Ya nggak Din, tapi hasilnya lumayan kok.” sahut Yani.“Enak ya bisa cari uang sendiri. Aku sendiri saja masih belum bisa”.“Iya enak, tapi berat juga cobaannya, tapi sabtu kemarin aku dapat pengalaman baru lho Din!”.“Pengalaman apa?“Aku bantu-bantu Ibu yang jual nasi di pasar senin”.“Terus?” Dini menjadi semakin penasaran.“Aku dikasih makan gratis plus uang dua puluh lima ribu rupiah”.“Ehm… enak banget Yan!”“iya sih, nanti kapan-kapan aku ajak kesana ya!”
Dari sosok seorang Yani, Dini banyak mendapatkan hal baru. Yani memang berasal dari keluarga pas-pasan sehingga ia sudah terbiasa banting tulang untuk mencari tambahan uang. Sebenarnya orang tua Yani sendiri tak setuju kalau ia harus berjualan di asrama dengan alasan cukup orang tuanya saja yang mencari uang.Dini menarik nafas panjang dan berfikir sejenak. Di otaknya terlintas wajah ayah dan ibunya yang saat ini berada nun jauh di sana.“Wah, kalau aku bisa dapat uang dari hasil kerja kerasku sendiri, lumayan buat ayah sama ibu sedikit bangga. Kan lumayan buat tambah-tambahan” Dini terdiam dan tersenyum hingga membuat gigi-giginya tampak terlihat.
Assalamu’alaykum ya Akhiy, ya Ukhtiy….” nyanyian indah Opick yang terdengar dari handphone Dini sebagai tanda kalau ada seseorang yang menghubunginya segera membuatnya berdiri menghampiri dan mengangkat panggilannya.
“Halo, assalamu’alaykum Bu” Dini menerima panggilan telepon dari ibunya.“Wa’alaykumussalam, apa kabar Kak?”.
“Alhamdulillah baik Bu. Ibu, Ayah, dan adik di rumah apa kabarnya?”.
“Alhamdulillah baik juga Kak.
“Kakak sudah makan?”.
“Sudah Bu. Ibu sudah makan?”.
“Sudah kok. Kakak lagi ngapain?”.
“Sedang ngeliatin temen yang lagi buat kue untuk dijual”.
“Sama siapa?”.
“Sendiri. Keren kan Bu?”.
“Iya, keren Kak. Kakak juga ikut jualan?”.
“Nggak, Kakak cuma ngeliatin doang”.
“Iya, Kakak jangan ikut-ikutan jualan ya nak?”.
“Memangnya kenapa Bu?”
“Kakak belajar saja yang rajin di sana biar Ayah yang cari uang”.
“Oh, iya Bu”.
Pandangan Dini langsung tertuju pada Yani yang cuma bisa senyum-senyun saja mendengarkan pembicaraan Dini. Baru saja ia berencana ikut-ikutan seperti Yani, tapi baru juga ibunya melarangnya.“Udah dulu ya Kak, nanti Ibu telepon lagi. Hati-hati ya nak di sana”.
“Ya Bu”.
“Assalamu’alaykum”.
“Wa’alaykumussalam”.
Dini mengakhiri obrolan dengan Ibunya, lalu segera menuju ke kamar.Dipakainya mukenah dan diambilnya Al-qur’an yang tersusun rapi di atas meja belajarnya.Ia mulai membaca beberapa ayat dengan iramanya yang merdu. Matanya mulai terpejam dan bibirnya mulai komat-kamit menghapal ayat Al-qur’an. Saat ini surat An-naba’ jadi pilihan untuk di simpan di memori otaknya.
“Din, bangun. Shalat dulu yuk!” Ratih mencoba membangunkan Dini dengan suara selembut mungkin agar Dini tidak terkejut.Tanpa Dini sadari semalam saat Dini menghafal, matanya terlelap tanpa meminta izin padanya terlebih dahulu sehingga Dini pun tertidur dalam posisi masih mengenakan mukenah dan memeluk Al-qur’an di tangannya.
“Astaghfirullah hal’aziim” Dini mulai bangun dan menyadari semuanya.Ia pun segera bergegas mengambil air wudhu dan shalat berjamaah dengan teman sekamarnya, Ratih. Mereka memang sering melaksanakan shalat berjamaah, tentunya dengan mengharap pahala yang lebih besar dibandingkan mereka shalat secara munfarid.Mereka tak hanya shalat berdua, terkadang mereka juga berjamaah dengan tetangga mereka, Ida.Mereka memang tak hanya menjalani hubungan sebagai teman sejamaah saat shalat, tapi jauh dari itu.Pertemanan yang tidak biasa, yakni pertemanan yang dilandasi dengan rasa cinta karena Allah S.W.T.
Dari pertemanan ini jugalah Dini mulai memperbaiki dirinya untuk menjadi seorang muslimah, muslimah yang lebih baik dari seorang Dini yang sebelumnya.Pertemanan dengan Zahrah semakin menambah kesadaran dirinya untuk berubah jauh lebih baik. Dengan berawal dari rasa malu karena teman-temannya yang sudah terlebih dahulu memahami syari’at islam, akhirnya berbuah manis untuk perkembangan hidup Dini.
“Assalamu’alaykum, Din hari ini ada kerjaan nggak?”Yani tiba-tiba datang dan segera menemui Dini yang sedang mengobrol dengan Ida.
“Wa’alaykumussalam, nggak ada Yan. Emangnya kenapa?” tanya Dini heran.“Ikut aku yuk! Katanya mau dapat pengalaman baru”Yani mencoba membujuk Dini.
Yani mengajak Dini untuk datang ke tempat Ibu penjual nasi yang pernah diceritakannya kemarin.Yani pikir mungkin hari ini ada rejeki buatnya dan Dini.
“Ok, ayo. Aku mandi dulu ya”.
“Jam sembilan kita berangkat”.
Setelah mendapat persetujuan dari Dini, Yani segera kembali ke kamar, begitupun dengan Dini. Segera ia hentikan obrolan asyiknya dengan Ida. Sambil berfikir panjang karena teringat dengan nasihat dari ibunya semalam, Dini tetap bersiap-siap karena jam sembilan nanti mereka akan pergi mencari pengalaman.“Ayah kan pernah bilang, kalau menurut Kakak suatu hal itu baik dan selama masih berada di jalan yang benar, Kakak boleh melakukannya.Asalkan jangan sampai ada yang dirugikan” Dini mengingat nasihat yang pernah dikatakan Ayahnya.
Dini melihat jam yang di handphonenya.Ternyata sekarang sudah menunjukkan pukul setengah sembilan. Setengah jam lagi ia harus sudah siap. Namun, tetap ia sempatkan untuk meminta restu dari Allah terlebih dahulu lewat shalat dhuha.“Mudah-mudahan Kau mudahkan rezeki kami pada hari ini Ya Allah”.Dini mengakhiri do’anya dan segera bersiap-siap untuk pergi. “Wah, baru hari pertama sudah ngaret aja ni”.
Dini segera bergegas pergi dan menemui Yani yang suda menunngunya di luar.Mereka pun pergi ke tempat Ibu penjual nasi yang pernah diceritakan oleh Yani sebelumnya.Dengan modal keberanian dan harapan mendapatkan rezeki, Dini pun siap melangkah.Bismillahi tawakaltu ‘alallah hi wala haula wala quwwata illa billah hil ‘aliyyil ‘aziim.
Setelah menempuh perjalanan lebih kurang tiga puluh menit, mereka pun sampai di tempat yang mereka cari.Ibu yang dimaksud Yani tampak sibuk dengan pekerjaannya memasak.“Pagi Bu’ e” Yani menyapa sesosok ibu setengah paru baya yang sedang sibuk memotongi sayuran di dapur yang seadanya.“Bu, nanti untuk acara seminar saya pesan nasi sebanyak lima puluh ya” Yani mencoba mengawali pertemuan mereka dengan alasan ingin memesan nasi untuk acara seminar yang akan diadakan minggu depan.
“Aduh nak, bu’ e kayaknya sibuk deh.Jangan pesan dari Ibu deh untuk yang satu ini, Ibu takut nggak selesai tepat waktu. Maaf ya nak”.Jawaban Ibu penjual nasi tersebut ternyata menjadi awal yang tidak baik untuk pertemuan hari ini. Yani melihat pekerjaan si Ibu yang banyak, tapi sudah ada orang yang membantunya.
“Din, kayaknya hari ini nggak jadi deh” Yani berbisik pada Dini.
“Oh, ya sudah.Nggak apa-apa kok”.
Sebenarnya Dini kecewa karena pengalaman yang mereka cari hari ini tidak mereka dapatkan, tapi apa daya Dini. Ini hanya masalah keberuntungan, pikirnya.Mereka berdua pun akhirnya pulang tanpa membawa sesuatu pun.Hanya rasa ikhlaslah, yang saat ini Dini pegang, tapi tak berarti perjalanan mereka ini tak menyisakan satu pelajaran pun.Pengalaman itu memang sesuatu yang sangat berharga yang tidak dapat dibeli dan diduga-duga kapan datangnya sekalipun dijemput dengan niat yang baik.
“Lho kok sudah pulang? Katanya mau sampai sore” tanya Ida yang melihat Dini sudah berada di dalam kamarnya.
“Pengalamannya belum mau aku temui Da”.
Ida hanya tersenyum mendengar jawaban dari temannya itu. Akhir-akhir ini Dini memang jauh dari Ida, tidak tahu apa alasannya. Kebersamaan mereka yang sebelumnya sangat erat entah kenapa minggu-minggu ini terasa merenggang. Belakangan ini Dini memang lebih dekat dengan Zahrah, ditambah lagi mereka berdua terlibat dalam proyek tugas yang sama. Berawal dari inilah, Dini merasa ada yang aneh dari diri Ida.Ida lebih sering menghabiskan hari-harinya bersama Tanti, temannya sekelas.Sebagai teman yang pernah dekat, Dini terkadang merasa cemburu.Bukan benci hanya saja merasa ada yang kurang dari hidupnya.
Terkadang Dini bingung dengan sikap temannya yang satu ini, kadang ia merasa dekat sekali dengannya, kadang juga terasa jauh sekali. Ditambah lagi Dini sering melihat Ida lebih suka mencurahkan keluh kesahnya dengan temannya yang lain. Bagi Dini, ini tentu merupakan hal yang sangat mengecewakannya. Bagaimana tidak kecewa, teman yang dekat dengannya itu, kini tidak mau lagi berbagi suka dan duka dengannya.
Sikap dingin Ida terhadap Dini, tentunya juga berimbas pada keseharian Dini. Dini menjadi lebih pendiam, kadang-kadang ia pergi ke tempat teman-temannya yang lain. Namun, tetap saja sesekali dirinya teringat dengan Ida yang biasanya bersama dengannya.Lain lagi halnya dengan Zahrah.Dini memang sangat dekat dengannya, tapi karena berbeda lantai di asrama dan tak sekelas saat dikampus, membuat keduanya jarang bertemu. Paling jika Zahrah ingin ke suatu tempat, maka Dini akan siap menemaninya kapanpun, bahkan mungkin pada saat Zahrah sedang mengalami masalah dengan teman sekamarnya. Lebih tepatnya Dini dapat dikatakan sebagai penampung sampah temannya yang satu ini. Walaupun begini, Dini tetap ikhlas karena kalau mendengarkan curhatan temannya saja ia tak mau, maka tak ada gunanyalah hidupnya karena ia ta bisa berbuat lebih untuk teman-temannya.
Zahrah memang sosok yang cukup royal.Dompet yang cukup berisi menjadi pendukung sikap baiknya tersebut. Tak terhitung jumlahnya sudah berapa kali Zahrah membantu Dini dalam hal finansial, karena itulah ia siap kapanpun Zahrah membutuhkannya. Seringkali Dini iri karena tak dapat menjadi sosok sebaik Zahrah, tapi alangkah kurang bersyukurnya ia jika tetap ingin mengeluh. Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?
Ida juga terbilang dekat dengan Zahrah, makanya terkadang Dini sering iri jika ia melihat Ida sering mencurahkan hatinya dengan Zahrah. Sebenarnya Dini tak mempermasahkan siapa pun orang yang dekat dengan Zahrah ataupun Ida. Hanya satu yang ia inginkan, keterbukaan bukan menutup-nutupi karena ia sungguh menyayangi mereka.
Pernah pada suatu malam, Dini merasa kecewa yang tersimpan di dalam dadanya sudah sangat mendalam.Ia tak tahu harus mencurahkan perasaannya ini, ingin diceritakan masalahnya ini pada Zahrah, tapi Zahrah sedang sibuk dengan teman sekamarnya. Ia tak mungkin mengganggu mereka yang sudah mulai akrab kembali. Ia juga tak mungkin menceritakan kegelisahannya pada Ida, karena mungkin Ida sedang asyik dengan Tanti. Ida kadang menceritakan keakrabannya dengan Tanti kepada Dini.Ia mengatakan bahwa ia sedih sekali jika Tanti tak datang ke kamarnya. “sepi Din” katanya.
Dini hanya bisa tersenyum, ikut bahagia jika temannya ini bahagia. Dini tak punya teman lain untuk dijadikannya sebagi tempat curhat.“Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini yang tak bisa menjadi teman yang baik untuk teman-teman hamba.Hamba-Mu ini hanyalah manusia biasa yang penuh dengan kekurangan. Hanya pada-Mu lah dapat hamba curahkan semua keluh kesah yang sangat perih ini” air mata Dini jatuh membasahi wajahnya. Allah lah tempat mencurahkan keluh kesahnya, terlalu sakit jika hal ini tak diluapkannya. Hanya dirinya dan Allah sajalah yang tahu jika malam yang hening itu, Dini sedang mengeluarkan semua isi hatinya yang sudah ia simpan selama ini. Ratih, teman sekamar Dini saat itu telah terlelap dalam tidurnya. Dini pun larut dalam kekhusyukan shalatnya malam itu hingga tanpa disadarinya ia terlelap dalam keadaan masih mengenakan mukenah dan mata yang berlinangan air mata.
Adzan shubuh membangunkannya dari lelapnya tertidur semalam. Segera ia bangunkan Ratih dan Ida untuk shalat berjamaah.
“Kamu sakit Din?” tanya Ida yang merasa ada sesuatu yang telah terjadi pada Dini lagi pula mata Dini terlihat sembab pagi ini.“Nggak kok, aku baik-baik saja” Dini mencoba menepis dugaan Ida dengan tetap tersenyum. Walaupun sesungguhnya ia ingin mengatakan sesuatu pada Ida. Sesungguhnya aku kecewa padamu Ukh.Ida sesungguhnya tak sepenuhnya melupakan Dini, sesekali ia juga masuk ke kamar Dini untuk menanyakan apakah Dini sudah pulang ke kamar pada Ratih karena semenjak proyek tugas yang dijalani Dini bersama Zahrah di kampus membuat keduanya sering pulang malam.
“Tak apalah aku bermain dengan Tanti.Toh, Dini sekarang sudah asyik dengan kesibukannya” Ida menarik nafas panjang. Ida pernah mengatakan kalau ia kangen sekali menghabiskan hari-harinya bersama Dini. Hal ini tentu membuat Dini sangat senang sekali, tapi inilah yang dinamakan rasa sayang.Mereka hanya butuh komunikasi yang baik untuk membuat semuanya kembali berjalan seperti semula.Tak dapat menyalahkan semua kesalahan pada Ida karena Dini pun memang seharusnya dapat mengerti kondisi Ida saat itu.
Assalamu’alaykum. Ukh,hari ini kita rapat ya. Aku tunggu jam lima sore di kampus. Ada yang ingin dibicarakan” Ida mengirimkan pesan kepada semua anggota divisi syiar untuk menghadiri rapat pada hari ini.Kebetulan juga Dini merupakan anggota dari divisi yang dikoordinasi oleh Ida ini.
Tepat pukul lima sore Ida membuka rapat. Semua anggota sudah hadir dan siap mengikuti jalannya rapat pada hari itu, termasuk Dini. Rapat mereka pada hari itu membahas mengenai acara yang akan menjadi program mereka selanjutnya. Seminar dengan tema ”Muslimah dengan Kepribadian Mulia” menjadi pilihan yang akan mereka adakan minggu ini.“Ingat Ukh, kita harus bersikap istiqomah. Dakwah harus tetap kita laksanakan kapanpun itu. Fastabiqul Khairat. Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh” Ida menutup rapat dengan senyumnya yang manis.
Panitia pun telah dipersiapkan dan Dini turut menjadi bagian.Seksi publikasi diamanatkan padanya kini.Hidup dan matiku aku serahkan pada-Mu, Ya Allah.Dakwah, dakwah, dakwah.
Hari pelaksanaan tinggal lima hari lagi, tapi persiapan belum semuanya tuntas. Minimnya dana yang dimiliki, membuat persiapan mendapatkan hambatan. Namun, bukan Dini dan teman-temannya jika masalah ini tak selesai.Seperti biasa hal yang harus dan yang satu-satunya dapat mereka lakukan kini, yaitu jualan.Jualan lagi jualan lagi, tapi di sinilah letak kebersamaan mereka.Dini pun sangat merindukan momen seperti ini. Berkumpul bersama, bergadang kemudian bangun pagi-pagi saat semua orang masih menikmati tidurnya karena harus mengejar target bahan untuk dijual, tapi harus tetap semangat kuliah merupakan suatu anugerah dan pengalaman berharga untuk Dini yang masih terbilang masih baru memasuki dunia syari’at islam ini.
Tugas kuliah yang menumpuk, tak menjadi hambatan mereka dalam mempersiapkan acara yang sudah mereka susun. Bagi mereka kini, untuk apa hidup di dunia jika tak dapat memberikan manfaat untuk orang lain sedangkan berbagai nikmat tak henti-hentinya Allah curahkan kepada mereka. Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?
H-1 untuk menuju acara yang ditunggu-tunggu.Semua panitia berkumpul di kamar Ida untuk menyelesaikan persiapan yang belum kelar.Lagu-lagu nasyid pun diputar untuk menjadi teman penghibur mereka.Pukul 23.00 mereka segera menuju kamar untuk beristirahat sejenak.
“Ayo Ukh kita tidur dulu karena besok pukul tiga pagi kita harus sudah bangun untuk menyiapkan makanan para peserta yang hadir” Salah satu dari mereka menyeru sambil membereskan kamar yang lumayan berserakan karena ulah mereka.
Pukul tiga pagi, semua mata siap menghadap dunia lagi. Dini agak sedikit ragu apakah persipan ini akan selesai tepat waktu, mengingat pukul setengah sembilan pagi nanti acara akan segera dimulai. Kekhawatiran mulai menghantui pikiran Dini.
Namun, semua keraguan itu hilang tanpa berbekas.Kerja keras serta tawakal pada Allah telah membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin terjadi di dunia ini. Dengan modal yang seadanya dan tenaga yang sangat terbatas, persiapan pun selesai tanpa ada satu yang kurang pun. Tentunya tak semuanya mendukung apa yang mereka kerjakan ini. Tak sedikit yang mencibir apa yang Dini dan teman-temannya lakukan. Kurang kerjaan menurut mereka.
Hari ini adalah bukti bahwa janji Allah memanglah benar.Selepas acara, mereka mengadakan review hasil kerja mereka untuk acara hari ini.Subhanallah, hanya itu kata yang dapat terlontar dari mulut Dini.Air mata pun berjatuhan saat semua menyatakan keharuannya dalam mempersiapkan acara ini.
Semua yang terjadi pasti mengandung hikmah yang sangat besar, apapun itu, baik ujian, musibah, ataupun nikmat.Semuanya merupakan karunia yang sangat besar dari Allah S.W.T. dan Dini meyakini semua ini.Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?
0 komentar

Jangan Jadi "Haji Sombong"


Pesan salah seorang ulama besar di Indonesia seperti dalam judul tulisan ini sangat mengerikan. Mungkin pembaca bila melihat yang tersurat sebelum membaca isi yang tersirat akan bertanya-tanya, siapa yang dikategorikan sebagai "haji iblis" itu.

Sebagian besar umat Islam mempunyai keinginan untuk memenuhi kewajiban yang diperintahkan oleh Allah, yakni menunaikan Rukun Islam yang ke lima, menjadi tamuNya dan bisa bersujud ke hadiratNya di Altar Masjidil Haram di Kota Suci Mekkah.

Saat ini ribuan umat Islam di dunia mulai berduyun-duyun menuju Tanah Suci Mekkah dan Madinah untuk datang memenuhi panggilan Allah. Melakukan ritual ibadah yang pernah dilakukan oleh Nabi Ibrahim A.S.

Alasan umat Islam pergi haji itu sesuai dengan firman Allah dalam Surah Ali Imran Ayat 97. "Menunaikan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi ) orang yang mampu mengadakan perjalanan menuju Baitullah. Dan, barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak membutuhkan sesuatu) dari semesta alam".

Dalam praktiknya tidak semua umat Islam mampu melaksanakan perintah Allah yang satu ini, karena beberapa faktor, di antaranya kondisi ekonomi, kesehatan atau lainnya. Bila dilihat dari sisi ekonomi, perjalanan ke Tanah Suci membutuhkan biaya yang tidak sedikit. 

Jelas bagi yang kurang mampu dalam bidang finansial, pergi haji adalah mimpi. Begitu juga bagi mereka yang tidak mempunyai kesehatan fisik yang kuat, mustahil berangkat haji, karena ibadah yang satu ini memerlukan kekuatan fisik yang prima. 

Namun, "campur tangan" dari Allah tidak bisa dinafikan bila Allah sudah berkehendak, pergi haji bagi orang yang tidak mampu, baik dalam fisik maupun finansial akan dapat diwujudkan dengan berbagai kemudahan. Bahkan, mayoritas calon haji di Jatim berasal dari masyarakat kurang mampu, seperti loper koran, pemulung, pedagang pasar, dan sebagainya. Mereka menabung selama bertahun-tahun...

Disebutkan bahwa kewajiban hamba Allah untuk menunaikan ibadah haji hanya sekali dalam seumur hidup. Namun, dalam kenyataannya banyak umat Islam di Indonesia ini yang bisa menunaikan ibadah haji lebih dari satu kali, bahkan ada yang sudah berkali-kali. Subhanallah.

Menurut Dr M. Ali Haidar, salah seorang guru besar agama Islam di Universitas Negeri Surabaya, seseorang yang bisa menunaikan ibadah haji hakekatnya mendapatkan rahmat dari Allah. 

"Tapi, ibadah yang berharga mahal ini masih akan lebih mulia bila dananya diberikan pada mereka yang membutuhkan daripada pergi haji berulang kali," tuturnya, dan menambahkan bahwa agama Islam mengajarkan ibadah adalah suatu pekerjaan yang bisa bermanfaat bagi orang lain.

Pada prinsipnya seorang Muslim yang bisa memenuhi kelima rukun Islam berarti orang tersebut telah dapat memenuhi kewajibannya atas perintah Allah. "Tapi ibadah yang mereka lakukan (berkali-kali) itu semua hanya untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, karena pahalanya untuk dirinya sendiri. Padahal, masih banyak bentuk ibadah yang bisa dilakukan oleh manusia sebagai khalifah di atas bumi ini," ujarnya.

Dalam agama Islam, seseorang diajari memaknai ibadah dalam arti luas, yakni bekerja yang dapat bermanfaat bagi orang lain, karena orang yang demikian itu akan lebih mulia hidupnya di mata Allah, daripada seseorang itu rajin beribadah tapi hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, sementara dia tidak memperhatikan kebutuhan orang lain yang mestinya bisa dia bantu.

Seperti halnya melakukan ibadah haji, Allah hanya memerintakan sekali dalam seumur hidup, namun bila ada rezeki lebih, maka lebih baik dana itu digunakan untuk kegiatan ibadah yang lain yang bisa lebih bermanfaat bagi orang lain dan tetap berpahala. Maka ada benarnya bila Pemerintah Indonesia secara tegas membatasi jamaah yang berkeinginan pergi haji berulangkali.

Hanya iblis yang mempunyai sifat "ghaniyyun mutakabbir" (orang kaya yang sombong). Begitu bangga dengan kekayaan dan enggan mendermakan untuk masyarakat yang membutuhkan, serta sifat "shaahibu ar-riya" (orang yang suka memamerkan diri). Mereka selalu ingin menunjukkan kehebatan dirinya, menunjukkan amalnya, kekayaannya, dan lainnya. Demi mendapatkan pujian.

Daripada dikatakan sebagai "Haji Iblis", karena hanya meniru sifat-sifat iblis, maka lebih baik diwujudkan dalam bentuk ibadah lain yang dapat memberdayakan umat manusia yang membutuhkan, karena pekerjaan itu adalah bentuk ibadah yang lebih mulia di hadapan Allah. Semoga jamaah yang mendapat kesempatan berangkat haji dapat mengerjakan rukun haji yang telah ditetapkan dan menjauhi sifat-sifat iblis, sehingga pulang membawa gelar haji mabrur. Aamiin yaa mujibas saailiin.... (*)

sumber : antarajatim.com
0 komentar



PUSAT UMROH MURAH
HANYA $1.850
HOTEL:
MAKKAH : NAWAZI AJYAD (150METER)
MADINAH : AL MAJEEDI (50METER)

HUBUNGI SEGERA:
DONDY YANU A.
0838 5466 4180
PIN BBM:
56F4BEE6
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. umroh eksekutif surabaya, umroh murah, paket umroh eksekutif, travel umroh eksekutif - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger