IMAM & KHOTIB ORANG YG BERBEDA... SHOLAT JUM'AT TIDAK SAH
wahai saudara2ku para Doktor, Guru Besar & Pejabat. Tahukah kalian jk sholat jum'at itu
ibadah...bkn mimbar akademis apalg mimbar politik utk kampanye.jika kalian mau
eksis...mau tampil sbg khotib nan prestise itu belajarlah menjadi imam sholat.jgn korbankan
ibadah ummat ini hanya utk memfasilitasi gelar akademis kalian jg tujuan politik pragmatis.
sungguh takmir2 yg ingkar sunnah,yg tetap memaksakan menampilkan tokoh2 yg tidak
memiliki kompetensi berkhutbah.smntr di sisi mrk sdh ada dalil yg terang: "idza qulta
lishahibika yawmal jumu'ati anshit wal'imamu yakhtub..." (H.R.Bukhari & Muslim). Kalimat
wal'imamu yakhtub (saat imam berkhutbah) adalah dalil muhkamat ttg syarat imam &
khotib. dan "Laa ijtihada ma'annash (tidak ada ijtihad utk sesuatu yg sdh ada dalilnya).
menunjuk imam & khotib yg tdk punya gelar sarjana tp bisa berkhutbah dgn baik & bisa
menjadi imam sholat, 1000 x lebih utama drpd menunjuk khotib bergelar
Doktor...P.HD...menyandang jabatan walikota/bupati tapi tdk bisa menjadi imam sholat...
betapa banyak ibadah kita menjadi sia2 krn kita menyesatkan diri kita sendiri (adholalatu
ba'dal ma'rifat...kesesatan setelah mendpt pengetahuan)
dan tugasku hanya mengingatkan... bhw di sisi kita sdh ada Al-Qur'an dan
Sunnah.patuhilah itu agar kita menjadi orang2 yg selamat...dunia akhirat
aku tahu...tdk akan banyak org yg like atau men-share status spt ini.tapi ini kewajiban
dakwah yg wajib aku lakukan.siang dan malam mengajak ummat kembali kpd Al-Qur'an
dan Sunnah...
(wallohu alam bii shawaf)
(wallohu alam bii shawaf)



Posting Komentar